Membangun PC rakitan dengan budget terbatas bukan hal mustahil bagi pemula yang ingin belajar coding dan programming dasar. Fokus utama adalah memilih komponen yang seimbang antara performa dan harga agar proses belajar berjalan lancar tanpa membebani keuangan.
Memilih Prosesor yang Efisien
Prosesor menjadi komponen kunci untuk menjalankan berbagai IDE dan compiler. Untuk budget terbatas, prosesor entry-level seperti AMD Athlon atau Intel Core i3 generasi terbaru cukup mampu menangani coding dasar, termasuk Python, Java, atau C++. Pilih prosesor dengan minimal 4 core agar multitasking tetap lancar.
RAM dan Penyimpanan yang Tepat
RAM minimal 8GB sangat disarankan untuk memastikan software coding berjalan mulus. Jika memungkinkan, pilih RAM 16GB untuk kenyamanan jangka panjang. Untuk penyimpanan, SSD 240GB atau 256GB lebih disarankan daripada HDD karena kecepatan baca-tulis yang tinggi akan mempercepat booting sistem dan loading aplikasi.
Kartu Grafis Bukan Prioritas Utama
Untuk belajar programming dasar, GPU tidak terlalu penting karena sebagian besar tugas coding lebih bergantung pada CPU dan RAM. GPU onboard dari prosesor sudah cukup untuk kebutuhan ini, sehingga anggaran bisa dialokasikan ke RAM atau SSD.
Periferal dan Sistem Operasi
Keyboard nyaman dan monitor dengan resolusi minimal Full HD akan membantu produktivitas belajar coding. Sistem operasi bisa menggunakan Windows atau Linux; Linux bahkan lebih ringan dan gratis, cocok untuk pemula yang ingin mengeksplor berbagai bahasa pemrograman.
Kesimpulan
PC rakitan budget terbatas tetap dapat menunjang belajar coding dan programming dasar asalkan fokus pada prosesor, RAM, dan SSD yang efisien. Dengan perencanaan yang tepat, pemula bisa memulai perjalanan belajar coding tanpa menguras kantong, sekaligus membangun fondasi untuk proyek programming lebih kompleks di masa depan.












